Tak Ada Sandaranmu

Aku hanya seorang perempuan yang kadang juga jenuh dalam hal menunggu. Sulit sekali memahamimu yang mungkin bisa mengerti perasaanku.

Aku telah melewatkan banyak hal tanpa hadirmu. Tak bisakah kamu mengerti keinginanku. Bertahan sejenak, hadapi bersama apa yang akan memisahkan kita.

Aku hanya perempuan yang kadang hanya bisa diam. Dalam kesunyian ada sesuatu yang berteriak, memintamu untuk kembali, sayang. Aku begitu sulit melupakanmu. Aku menutup pintu untuk semua lelaki lain. Aku masih menunggumu.

Lihatlah aku di sini, sayang. Gantikanlah pelukan angin yang membuat aku dingin! Kecuplah bibirku lagi!



Redaksi

Seseorang yang kebetulan dilahirkan di Situbondo pada suatu senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar