Akulah Sepi

Aku adalah sepi. Hidup di ujung kerinduan, berbatasan dengan senyuman dan luka. Aku tidak punya teman, meskipun dalam keramaian. Tapi masih banyak yang ingin berteman denganku. Aku sering berpetualangan ke mana pun yang disukai, ketika bahagia dan sedih sedang beristirahat

Suatu sore tampak seorang gadis menghampiriku. Bisa kutebak. Gadis ini sedang patah harapan karena kekasihnya tapi mencoba tak bersedih. Aku sudah lama kenal dengannya.

"Apa kau punya kekasih?" Katanya. Aku hanya menggelengkan kepala. Ia menatap tajam padaku. "Maukah kau berteman denganku?" Lanjutnya.

"Bukankah sudah lama kita berteman."

"Kali ini, aku ingin selalu bersamamu." Tiba-tiba gadis itu memelukku. Aku membalas pelukannya. Barangkali aku bisa memahami perasaannya yang ia rasakan saat ini. Suasana tenang. Tiba-tiba ada seseorang yang mengganggu. Ia mengajak gadis itu untuk pergi dari pelukanku.

"Aku tidak mau, cepat pergi dari sini, Mov! Aku hanya ingin dekat dengan sepi." Kata gadis di sampingku dengan mata membola.

Seseorang yang disebut Move on pun pergi dengan tangan hampa. Tentu gadis yang mudah rentan lebih memilih bersamaku. Mungkin karena aku perhatian. Untuk pembaca, apa anda mau berteman denganku juga?***

Sumber Foto; i.ytimg.com




Redaksi

Seseorang yang kebetulan dilahirkan di Situbondo pada suatu senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar