Pohon Kerinduan

Aku pernah melihatmu berada di pohon ini dari jauh. Kini kau benar-benar jauh.

10 Januari 2014. Rumah baca. Awal kita bertemu.

Kita ditakdirkan untuk tidak berjumpa lagi. Apakah untuk selamanya? Semoga saja tidak. Dan kau telah pergi ke negeri lain. Meskipun kita tak banyak bersama, tapi kau salah bagian dari kumpulan indah perjalanan hidupku.

Suatu waktu, aku melihatmu berada di pohon atas bukit. Entah apa nama pohonnya, sebab aku melihatnya dari jauh. Dan setelah itu aku juga ingin pergi ke sana. Tapi niatku tidak pernah tersampaikan. Kali ini niatku yang dulu telah terbayar. Tapi tak bersamamu.

Sebenarnya aku tidak tahu nama pohon itu. Pohonnya sebesar dua pelukanku. Daunnya telah berguguran. Sama seperti rindu-rinduku padamu. Terhempas oleh waktu. Hanya tinggal ranting-ranting kenangan. Mungkin sudah merindukan hujan yang membuat segalanya menjadi hidup dan juga hadirmu.

Tempatnya sangat indah, dari sana aku dapat melihat Gunung Putri Tidur, kapal-kapal di tengah laut, atap-atap rumah, pohon-pohon hijau, tower di berbagai penjuru kota dan juga bayangmu di masa lalu. Perjalanan ke sana tidak mudah, tapi cukup membuat tubuh berkeringat. Dan kaki juga tertusuk duri-duri kecil. Maka kutuliskan surat ini untukmu.

Kadang aku pernah lewat di gang rumahmu. Aku melihat diriku menunggu di sana. Tapi sebelumnya harus telepon atau SMS. Lalu kau muncul di balik gedung. Dan kita berjalan ke mana ya? Entahlah, butuh sedikit waktu untuk mengumpul ingatan yang telah berserakan. Oh ya di perpustakaan umum, kau mengenakan seragam sekolah, pujasera di paling barat, gazebo alun-alun, rumah Mas Sufi, Cafe Stadion, garasifm, yang pasti kita sering bertemu di rumah baca, Kampung Langai dan tentu bersama teman-teman yang lain juga. Entah di mana lagi ya, terus ngapain, itu pun juga banyak yang lupa. Hehe.

Biarlah waktu terus berjalan. Aku berharap suatu hari kau singgah di kotaku lagi. Sampai di sini dulu. Aku tunggu balasanmu. Apa kabar kamu di sana, Detha?

Dari Sahabatmu.





Redaksi

Seseorang yang kebetulan dilahirkan di Situbondo pada suatu senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar