Perempuan Terakhir


Sampai saat ini, aku ucapkan terima kasih. Kau masih menjadi bagian indah dalam perjalanan hidupku. Sudah berapa banyak waktu yang kita lewati bersama. Kadang kita tertawa kadang juga bersedih.
Hadirmu mengajarkanku bagaimana merasakan indahnya hidup. Berada di sampingmu seolah waktu berjalan begitu cepat. Saat jauh, rindu membuat waktu berjalan lambat.
Setelah sekian lama, aku menaruh harapan yang banyak pada dunia. Aku baru sadar. Ternyata kau adalah segalanya dari harapan itu.
Saat aku tergilas oleh dunia, kau adalah perempuan yang menghapus air mataku. Memelukku dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Menerima apa adanya.
Kau adalah perempuan terakhir yang aku inginkan untuk menjadi pendamping hidup. Semoga Tuhan merestui.


Redaksi

Seseorang yang kebetulan dilahirkan di Situbondo pada suatu senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar