Jomblo atau Pacaran?


Tulisan ini semata-mata melengkapi kedua teman saya, Zaidi dan Yudik yang sudah terjebak terlalu dalam di jurang perasaan.
Berbicara soal asmara, terkadang menjadi topik utama ketika ngobrol-ngobrol santai bersama kawan-kawan. Terkadang menjadi olok-olokan atau mem-bully, apalagi ketika putus. Berbicara soal memilih status hubungan ialah hak manusia, boleh jomblo dan juga pacaran. Mana yang lebih baik?
Jomblo atau pacaran bagi saya sama saja. Kebahagian hidup tidak dapat diukur hanya lewat status kedua ini. Ada yang bilang kalau jomblo bebas, gak ada yang ngatur, tak perlu ini itu. Lantas apakah akan bahagia? Terus kalau punya pacar, bisa berbagi, ada yang perhatian dan peduli. Lantas apakah akan bahagia?
Sebenarnya ada banyak cara untuk mendapatkan bahagia. Misalnya melakukan hobi yang kita sukai, membantu orang tua dan sebagainya. Dan sepandai apapun menjaga kebahagian, bahwa di sampingnya ada juga kesedihan. Ada yang bilang, semuanya akan indah pada waktunya. Loh, sebelum-sebelumnya apa sedih terus? Bagi saya, tidak. Sebab bahagia dan sedih akan silih berganti sepanjang waktu, ia datang sesukanya. Tak peduli anak pejabat, tukang kuli, musisi dan semacamnya. Jadi jomblo dan pacaran adalah salah satu sebab dari jutaan cara untuk mendapatkan bahagia dan merasakan sedih. Yang paling penting jangan pernah patah semangat atau menyerah akan nikmat-Nya.
Jadi, jika ingin memilih jomblo. Ya jadilah jomblo yang baik. Melakukan banyak hal yang dapat menjadikan diri lebih berkualitas. Jika sudah waktunya maka segeralah menikah. Seperti sabda Nabi yang artinya. “Nikah adalah sunnah-ku. Barang siapa yang tidak mengikuti sunnah-ku maka ia tidak termasuk golonganku.”
Begitu pun jika ingin pacaran, juga tidak masalah. Maka pacaranlah yang baik tidak perlu berlebih-lebihan. Tidak harus ini itu. Intinya yang postifi saja. Misal sebagai penyemangat dalam bekerja dan semacamnya. Ingat, itu anak orang. Jangan dirusak!
Jika saya di suruh memilih status jomblo dan pacar, maka saya akan pilih tengah-tengah yaitu berhubungan dengan mantan. Jadi rasanya itu seperti jomblo tapi punya pacar. Dibilang punya pacar tapi bukan. Jadi, apa pun status yang penting bahagia. Itu saja.


Redaksi

Seseorang yang kebetulan dilahirkan di Situbondo pada suatu senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar