Angan, Kenangan dan Kehilangan

(1) Angan
Barangkali pertemuan merasuk anganku. Sejak kau lukiskan senyum itu kala senja mendekap malam. Kita berkenalan dengan degup jantung masing-masing. Kita bertukar nama. Selanjutnya, anganku melambung jauh. Entah kata-kata apa yang ingin aku hinggapkan di pendengaran hatimu. Barangkali canggung cukup mewakili.

(2) Kenangan
Dan waktu yang kita lalui menyeret pada sebuah kenangan. Tinggalkan kisah. Maka kutuliskan namamu meski dengan air mata. Aku tak mampu lagi membuat kau betah dalam pelukan dengan dinding ketabahan. Perlahan menjadi rapuh. Runtuh bersama angan-angan yang pernah menjelma janji-janji kita.

(3) Kehilangan
Dirimu pergi, meninggalkan luka-luka. Tak pernah kuhapus. Biar kusimpan di pojok kanan atas hati yang pernah kau singgahi bersebelahan dengan harapan. Mungkin suatu saat akan aku gunakan untuk memeluk luka lain yang ingin saling menyembuhkan.
Kini, anganku bermesra bersama kenangan di atas jejak-jejak kehilangan.

Situbondo, 19 April 2016

Redaksi

Seseorang yang kebetulan dilahirkan di Situbondo pada suatu senja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar